Lompat ke konten
Beranda » Blog » PRO KONTRA PERINGATAN TRAGEDI BOM bALI

PRO KONTRA PERINGATAN TRAGEDI BOM bALI

Sebenarnya saya pengen nulis ini saat opini peringatan tragedi bom Bali 12 Oktober lalu menjadi topik yg hangat baik di media cetak maupun elektronik, serta dikalangan pelaku pariwisata lain seperti para tour guide dan driver.

PRO KONTRA PERINGATAN TRAGEDI BOM bALI

Seperti diketahui, tgl 12 Oktober 2006, sebuh kelompok yg menamakan dirinya Gema Pusaka Perdamaian dari Jakarta melakukan peringatan tragedi bom Bali 1 di Monumen Kemanusian Ground Zero Legian Kuta.

Prosesi yg juga melibatkan warga lokal korban bom dimulai dgn prosesi arak-arakan dari lokasi Raja’s cafe di Kuta Square (tempat meledaknya bom Bali 2) menuju ke Ground Zero Bom Bali 1.

Disamping itu, sekelompok journalis dari Jakarta (saya lupa namanya), membentangkan kain putih sepanjang 12km dari ground Zero ke Menega Cafe Jimbaran. Ada juga kegiatan mengenang tragedi Bom Bali1 dilakukan oleh pihak kedutaan Australia di GWK Jimbaran dalam suasana tertutup.

Semua kegiatan itu sah-sah saja. Mungkin dari cara kelompok ini memandang, peringatan tragedi ini merupakan momentum gerakan moral utk mewujudkan perdamaian dunia.

TRAGEDI BOM BALI

Saya selaku orang Bali yg berprofesi dalam hal tourism, berpendapat sama dengan para pelaku pariwisata lain, TIDAK SETUJU dengan adanya peringatan dengan mengambil moment tanggal terjadinya ledakan bom di Bali medio 12 Oktober.

Setiap orang boleh2 saja berpendapat. Menurut pandangan saya, peringatan seperti ini justru menimbulkan efek negatif bagi calon wisatawan yg berkunjung ke Bali. Muncul rasa ketakutan mengenai keselamatan dirinya jika berkunjung ke Bali bulan Oktober ini.

Ini sudah terbukti dengan banyaknya terjadi proses cancellation dari wisatawan2 asing yg berasal dari berbagai negara Eropa, Japan bahkan Australia sendiri. Dan ini saya lihat langsung, baik di daerah wisata Kuta, Ubud, Sanur aau Nusa Dua, kagak ada bule atau wisatawan asing lain. Kalaupun ada hanyalah wisatawan Taiwan saja.

Informasi ttg peringatan tragedi Bom Bali1 dengan menampilkan gambar situasi saat ledakan berlangsung di televisi asing, membuat mereka enggan dan memilih membatalkan kunjungannya ke Bali.

Lagian, peringatan seperti ini hanya akan menimbulkan luka lama bagi para korban. Dan yg tidak kalah pentingnya adalah aktivitas para teroris yg jelas-jelas telah menghancurkan Bali kok malah dibesar-besarkan.

Komentar Imam samudra

Tidak heran jika Imam Samudera cs dengan lantang berkomentar di TV menyatakan bahwa apa yg mereka lakukan adalah kebenaran.

Busyettt….kebenaran kok bunuh orang… ck ck ck…Malahan mereka bangga bahwa “hasil karya”-nya diperingati setiap tahun oleh banyak orang di Legian.

Malahan pakai sesajen segala lagi. Padahal sesajen itu hanya dipersembahkan kepada Tuhan. Bisa jadi, para teroris akan tetap melakukan misi terornya biar dianggap pahlawan dan selalu diingat orang.

Saya berpendapat, silahkan lakukan gerakan perdamaian, tapi jangan gunakan moment 12 Oktober. Seruan moral ini kan bisa dilakukan tiap hari, tidak harus lewat peringatan langsung, bisa dilakukan via media cetak atau elektronik.

Tolong pikirkan warga Bali yg hidupnya bergantung sama pariwisata. Biarkan kami membangun Bali kita ini seperti apa yg telah kita lakukan sekarang. Jangan bikin citra Bali kembali jatuh.

Lebih baik pihak2 yg ingin mengadakan peringatan tragedi kemanusiaan bom Bali menggunakan dana itu untuk mempromosikan Bali langsung di luar negeri, sehingga Bali kembali rame dikunjungi turis2.

Slogan FROM BALI WITH LOVE sudah cukup mewakili seruan perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.